phpMyAdmin adalah salah satu tool berbasis web paling populer yang dapat kamu gunakan untuk mengelola database MySQL atau MariaDB. Dengan tampilan antarmuka grafis yang mudah digunakan, kamu tidak perlu menulis perintah query SQL untuk melakukan berbagai perintah SQL. Pada artikel ini kita akan belajar langkah-langkah cara membuat, mengedit, dan menghapus tabel di phpMyAdmin secara lengkap.
Membuat Tabel di PHPMyAdmin
Untuk membuat tabel di PHPMyAdmin, berikut langkah-langkahnya :
Buka PHPMyAdmin, kemudian pilihlah database yang akan digunakan. Misal pada contoh berikut database yang akan digunakan bernama belajar. Selanjutnya pada bagian Create Table isikan nama tabel dan jumlah kolom yang akan dibuat, kemudian klik tombol Go.
Kamu akan diarahkan ke halaman detail kolom. Pada halaman ini kamu harus mengisi struktur tabel yang akan dibuat.
Beberapa hal yang perlu kamu ketahui ialah :
- Name : isikan nama kolom yang diinginkan, nama kolom sebaiknya mencerminkan isi kolom. Misal :
total_diskon, yang berarti total diskon yang diperoleh. - Type : pilih tipe data yang sesuai. Tipe ini banyak sekali jenisnya, yang umum digunakan adalah:
INT,SMALLINT,BIGINTdigunakan untuk angka yang biasanya akan digunakan untuk operasi bilangan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan lainnyaCHARdanVARCHARuntuk string, bisa angka (yang tidak digunakan untuk operasi bilangan – misal kode cabang), huruf, gabungan angka dan huruf, dan lainnya. Batas maksimal 255 karakter.CHARdigunakan untuk jumlah karakter tetap, sedangkanVARCHARuntuk jumlah karakter berubah ubah.DATEdigunakan untuk menyimpan tanggal dengan formatyyyy-mm-dd.DATE TIMEdigunakan untuk menyimpan tanggal dan waktu dengan formatyyyy-mm-dd hh-mm-ssTEXTuntuk string atau teks dengan panjang diatas 255 karakter.
- Length/Values : panjang karakter. Biasanya diisi jika kita menggunakan tipe
CHARatauVARCHAR - Default : nilai bawaan atau default bila kita tidak mendefinisikan nilai pada kolom tersebut. Biasanya
None,NULL, dan sebagainya - Collation : Menentukan jenis collation yang digunakan, bisa dikosongkan
- Index : bisa dipilih misal
PRIMARYyang nantinya kolom tersebut akan digunakan sebagai primary key. - A_I. Auto Increment: Digunakan agar secara otomatis nilai kolom berisi angka berurutan dari 1,2,3, dst. A_I dapat digunakan JIKA sebelumnya memilih index PRIMARY.
Bila semua struktur tabel telah diisi, klik tombol Save untuk membuat tabel.
Baca Juga : Cara Membuat Database MySQL
Mengedit Tabel di PHPMyAdmin
Jika Anda ingin mengedit struktur tabel di phpMyAdmin, berikut langkah-langkahnya :
Cara Mengedit Struktur Tabel
Pilih database dan tabel yang ingin kamu edit, kemudian klik tab Structure.
Untuk mengubah kolom, klik pada menu Change. Silakan lakukan perubahan nama kolom, tipe data, panjang kolom atau atribut lainnya yang kamu inginkan.
Klik tombol Save untuk menyimpan semua perubahan.
Cara Menambah Kolom Baru
- Di tab Structure, scroll ke bawah.
- Gunakan opsi Add [jumlah] column(s) di bagian atas atau bawah kolom yang diinginkan
- Kemudian klik Go, lalu isi data kolom baru seperti saat membuat tabel
Cara Mengubah Nama Tabel
- Di tab Operations, cari bagian Table options
- Di kolom Rename table to, masukkan nama tabel baru
- Kemudian klik Go untuk menyimpan perubahan
Menghapus Tabel di PHPMyAdmin
Adakalanya kita tidak memerlukan tabel karena tidak digunakan lagi. Maka kita perlu menghapus tabel tersebut. Untuk menghapus tabel di PHPMyAdmin berikut langkah-langkahnya :
Pilih database yang berisi tabel yang ingin dihapus, kemudian klik Drop
Kamu juga bisa menghapus banyak tabel sekaligus, caranya klik checkbox nama tabel-tabel yang ingin dihapus. Kemudian klik menu dropdown with selected, pilih Drop
Catatan :
Menghapus tabel bersifat permanen dan akan menghapus semua data di dalam tabel tersebut. Pastikan kamu sudah melakukan backup terlebih dahulu.
Kesimpulan
Mengelola tabel di phpMyAdmin sangatlah mudah dikarenakan tampilan antarmuka tool ini yang intuitif. Anda bisa membuat, mengedit, dan menghapus tabel hanya dengan beberapa klik tanpa harus menulis query SQL secara manual. Dengan memahami langkah-langkah di atas, Anda dapat lebih efisien dalam mengelola database MySQL ataupun MariaDB.
Semoga bermanfaat.



















