Domain ai.com resmi berpindah tangan dengan harga fantastis, USD 70 juta atau setara Rp1,1 triliun lebih. Transaksi ini tercatat sebagai penjualan domain termahal yang pernah diumumkan ke publik.
Pembelinya adalah Kris Marszalek, CEO dan co-founder Crypto.com. Sementara penjualnya adalah Arsyan Ismail, pengusaha teknologi asal Malaysia yang sudah memegang domain tersebut sejak lama.
Rekor Baru Penjualan Domain
Angka Rp1,1 triliun ini menumbangkan rekor sebelumnya yang dipegang CarInsurance.com, yang terjual USD 49,7 juta pada 2010. Domain lain seperti Voice.com juga pernah mencetak angka tinggi, USD 30 juta pada 2019, tapi masih kalah jauh dari ai.com.
Ada juga Cars.com yang sempat disebut bernilai USD 872,3 juta pada 2014, tapi angka itu mencakup valuasi merek dan bisnis secara keseluruhan, bukan sekadar harga domainnya saja. Jadi perbandingannya beda konteks.
Yang membuat ai.com melonjak tinggi adalah kombinasi nama yang pendek, mudah diingat, dan sangat relevan dengan tren AI yang sedang booming.
Kisah Unik Sang Pemilik Lama
Bagian paling menarik dari cerita ini justru dari sisi Arsyan. Kamu mungkin nggak nyangka, ia membeli domain ai.com pada 4 Mei 1993, saat usianya baru 10 tahun.
Domain itu ia beli hanya seharga USD 100, sekitar Rp200 ribu dengan kurs waktu itu. Bahkan, pembeliannya dilakukan diam-diam pakai kartu kredit ibunya, tanpa sepengetahuan sang ibu.
Alasan Arsyan memilih nama “AI” pun sederhana dan personal, bukan karena visi soal kecerdasan buatan. Inisial “A.I.” adalah singkatan dari namanya sendiri, Arsyan Ismail. Maklum, di awal 1990-an istilah artificial intelligence memang belum sepopuler sekarang.
Sempat Jadi Rebutan Sebelum Terjual Penuh
Sebelum resmi dilepas ke Crypto.com, domain ai.com sempat punya perjalanan unik. Di awal 2023, mengetik ai.com di browser akan langsung mengarahkan kamu ke ChatGPT milik OpenAI.
Tak lama berselang, arahnya berubah ke x.ai, perusahaan AI milik Elon Musk. Perubahan-perubahan ini diduga bagian dari strategi sewa atau negosiasi yang berlangsung di balik layar, sebelum akhirnya Arsyan melepas domain tersebut secara penuh pada 2026.
Rencana Crypto.com dengan AI.com
Kepemilikan baru ini diperkenalkan lewat iklan komersial di ajang Super Bowl, Minggu 8 Februari 2026. Menariknya, pembelian sebenarnya sudah terjadi sejak April 2025, hanya saja dirahasiakan sambil tim disiapkan secara bertahap.
Menurut rencana, ai.com nggak akan sekadar jadi alamat situs biasa. Domain ini bakal dikembangkan menjadi entitas baru berisi layanan AI Agent personal, yang diklaim bisa membantu penggunanya menjalankan tugas otonom, mulai dari mengirim pesan, mengelola berbagai aplikasi, sampai melakukan transaksi saham secara otomatis.
Kisah ai.com jadi bukti nyata bahwa nilai sebuah domain bisa melonjak drastis seiring perubahan tren teknologi. Domain pendek dan generik yang relevan dengan isu global, seperti AI saat ini, tampaknya akan terus jadi aset digital yang diperebutkan di masa depan.










