Harga RAM di Indonesia melonjak tajam sepanjang 2026. Modul DDR5 yang tahun lalu masih Rp800 ribu-900 ribu, sekarang tembus Rp2 juta hingga Rp2,5 juta. Kenaikan ini ikut menyeret harga laptop dan PC rakitan di berbagai toko.
Pantauan CNBC Indonesia di ITC Kuningan, Jakarta, awal April 2026 menemukan harga laptop naik Rp2 juta sampai Rp4 juta tergantung segmen. Laptop gaming dengan kartu grafis jadi yang paling terdampak, dengan kenaikan hingga Rp4 juta per unit. Beberapa pedagang bahkan mengaku penjualan turun sampai 50 persen akibat harga yang makin sulit dijangkau pembeli.
Kenapa Harga RAM Bisa Melonjak Setinggi Ini?
Penyebab utamanya adalah pengalihan produksi memori ke kebutuhan pusat data AI. Samsung, SK Hynix, dan Micron kini memprioritaskan produksi high bandwidth memory (HBM) untuk server AI, karena marginnya jauh lebih besar dibanding RAM untuk laptop dan PC konsumen.
Micron bahkan mengambil langkah paling drastis: menghentikan penjualan RAM konsumen lewat brand Crucial mulai Februari 2026, demi mengalihkan seluruh kapasitas produksinya ke segmen data center. Setelah langkah ini, pasokan RAM konsumen global praktis hanya bergantung pada Samsung dan SK Hynix.
Dari sisi angka, firma riset TrendForce memproyeksikan harga kontrak DRAM konvensional naik 90-95 persen secara kuartalan pada kuartal pertama 2026, sementara NAND Flash untuk SSD naik 55-60 persen di periode yang sama.
Dampaknya ke Harga Laptop dan PC di Indonesia
Empat vendor besar, yaitu Asus, Lenovo, HP, dan Acer, resmi mengirim surat penyesuaian harga ke jaringan ritel mereka efektif awal 2026. Lenovo Indonesia mengonfirmasi penyesuaian berlaku sejak 1 Januari 2026, sementara HP menerapkan kenaikan harga produk Personal Systems mulai 22 Desember 2025.
ASUS Indonesia memberi gambaran konkret soal besaran kenaikan. Menurut Muhammad Firman, Head of Corporate Communication ASUS Indonesia, laptop berprosesor Core i3 yang tahun 2025 masih dijual sekitar Rp6 juta, kini naik menjadi sekitar Rp8 juta.
Komponen RAM sendiri menyumbang porsi besar dalam struktur biaya produksi PC. CEO HP Enrique Lores menyebut RAM menyumbang sekitar 15-20 persen dari total biaya produksi sebuah PC, sehingga kenaikan harga komponen ini langsung terasa di harga jual akhir.
Bukan Cuma Laptop dan PC, Smartphone Juga Kena Imbas
Krisis pasokan memori ini tidak berhenti di laptop dan PC. Firma riset IDC memproyeksikan pengiriman PC global turun 10,4 persen dan smartphone turun 8,4 persen sepanjang 2026, dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejumlah produsen perangkat memilih jalan pintas untuk menjaga harga jual tetap kompetitif, yaitu menurunkan kapasitas RAM bawaan. Laptop kelas menengah yang sebelumnya dibekali 16GB RAM berpotensi kembali ke 8GB, sementara beberapa smartphone juga menurunkan spesifikasi memori meski harga jualnya tetap di kisaran yang sama.
Sampai Kapan Situasi Ini Berlangsung, dan Apa yang Bisa Kamu Lakukan?
Analis industri memperkirakan krisis pasokan memori ini bisa berlangsung hingga 2027, bahkan 2028, sebelum kapasitas produksi baru dari pabrik semikonduktor benar-benar beroperasi penuh. IDC memproyeksikan rata-rata harga jual PC secara global naik sekitar 17 persen sepanjang 2026 akibat tekanan ini.
Bagi kamu yang memang butuh laptop atau komponen PC dalam waktu dekat, membeli sekarang masih lebih masuk akal ketimbang menunggu harga turun. Sebaliknya, kalau cuma untuk upgrade minor yang belum mendesak, lebih baik ditunda dulu karena harga kemungkinan besar belum akan turun signifikan dalam 3-6 bulan ke depan. Opsi lain yang bisa dipertimbangkan adalah membeli RAM bekas dari penjual tepercaya sebagai jalan tengah menekan biaya.
Kesimpulan
Kenaikan harga RAM bukan sekadar fluktuasi pasar musiman, melainkan efek dari pergeseran besar industri semikonduktor ke arah kebutuhan AI. Selama pabrik memori masih memprioritaskan pasokan untuk data center, harga laptop dan PC di Indonesia kemungkinan besar akan terus tertekan naik sampai beberapa tahun ke depan.










