Membuat Halaman Error di Laravel

Tutorial - 30 May 2019

Saat membuat sebuah web atau app, akan ada kondisi dimana web atau app kita mengalami galat atau error. Akan sangat berbahaya, bila error tersebut di tampilkan dan dilihat oleh user secara langsung. Terlebih bila Anda meng-aktifkan mode debug di Laravel, bermacam kode error akan muncul bahkan terkadang password koneksi database Anda juga akan muncul.

Agar web atau app yang dibangun tampil lebih profesional, tentu Anda harus menampilkan error atau kode galat tersebut menggunakan tampilan dan bahasa yang lebih manusiawi agar di mengerti oleh user.

Nah, di Laravel untuk membuat halaman error sangatlah mudah. Anda cukup menambahkan view sesuai dengan jenis error yang ingin ditampilkan pada resources/views/errors. Sebagai contoh, bila Anda ingin menampilkan pesan error HTTP 404 Not Found, buatlah view baru dengan nama file 404.blade.php di project Laravel Anda. Kemudian letakkan di direktori views/errors. Sebagai contoh :

resources/views/errors/404.blade.php

<!doctype html>
<html lang="{{ app()->getLocale() }}">
    <head>
        <meta charset="utf-8">
        <meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="IE=edge">
        <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">

        <title>404</title>

        <!-- Fonts -->
        <link href="https://fonts.googleapis.com/css?family=Raleway:100,600" rel="stylesheet" type="text/css">

        <!-- Styles -->
        <style>
            html, body {
                background-color: #fff;
                color: #636b6f;
                font-family: 'Raleway', sans-serif;
                font-weight: 100;
                height: 100vh;
                margin: 0;
            }

            .full-height {
                height: 100vh;
            }

            .flex-center {
                align-items: center;
                display: flex;
                justify-content: center;
            }

            .position-ref {
                position: relative;
            }

            .top-right {
                position: absolute;
                right: 10px;
                top: 18px;
            }

            .content {
                text-align: center;
            }

            .title {
                font-size: 84px;
            }

            .m-b-md {
                margin-bottom: 30px;
            }
        </style>
    </head>
    <body>
        <div class="flex-center position-ref full-height">
            <div class="content">
                <div class="title m-b-md">
                    Oops, halaman yang kamu akses tidak ditemukan. 
                </div>
            </div>
        </div>
    </body>
</html>

Nah, bila nantinya user meng-akses app Anda dan mendapatkan error HTTP 404 maka akan muncul tampilan seperti dibawah.

Nah, dengan pesan diatas tentu user akan lebih mudah mengetahui kondisi web atau app Anda bila terdapat error. Selanjutnya, Anda hanya perlu mendesain halaman error yang akan ditampilkan sesuai kebutuhan. Bila Anda ingin membuat halaman error untuk jenis kode lainnya, silakan tambahkan view dengan nama file kode error dimaksud misal 503.blade.php atau kode lainnya. Kuncinya ialah apapun kondisi error web atau app Anda, pastikan user bisa memahaminya dengan bahasa yang sederhana dan manusiawi.

Mengenal Kode Error HTTP

Dengan panduan diatas, Anda sudah dapat membuat tampilan halaman error sesuai dengan kebutuhan web atau app Anda. Perlu untuk diketahui, ada banyak sekali jenis error HTTP yang dapat terjadi setiap saat pada web atau app Anda. Untuk itu, Anda harus mengetahui dan memahami setiap jenis kode error tersebut sehingga setiap pesan error yang ditampilkan kepada user tepat.

Secara garis besar, kode error HTTP terdiri dari 5 kelompok yaitu :
1. Kode 1xx, informasi
2. Kode 2xx, status request server
3. Kode 3xx, pengalihan
4. Kode 4xx, kesalahan request user/klien
5. Kode 5xx, kesalahan pada server

Diantara kode error yang paling sering terjadi diantaranya ialah :

Kode 400 – Bad request

Kode 400 terjadi dikarenakan user salah mengetikkan alamat situs Anda.

Kode 401- Authorization Required

User tidak memiliki hak akses untuk membuka situs atau url app Anda dikarenakan terproteksi oleh password

Kode 404 – Not Found

Kode 404 dapat terjadi dikarenakan user salah menginputkan url, internet down, atau koneksi database yang tidak ditemukan.

Kode 408 – Request Time- Out

Kode ini terjadi dikarenakan akses internet user yang lambat.

Kode 410 – Gone

Kode 410 dapat terjadi dikarenakan url atau file sudah dihapus permanen atau hilang

Kode 500 – Internal Server Error

Kode 500 merupakan kesahalan konfigurasi pada hosting/web atau app.

Kode 502 – Bad Gateway

Error 502 ini dapat terjadi akibat ketidakmampuan server untuk menangani request dari user atau dapat terjadi bila terdapat kesalahan pengaturan pada file konfigurasi .htaccess yang disediakan oleh web server Apache.

Kode 503 – Service Temporarily Unavailable

Kode 503 terjadi dikarenakan server sedang kelebihan beban atau dalam mode maintenance.

Kode 504 – Gateway Time-Out

Error 504 terjadi dikarenakan server tidak menerima respon dari server lainnya.

Itulah beberapa kode error yang umumnya sering terjadi. Bagi Anda yang ingin mengetahui detail kode error lainnya dapat membaca lebih lanjut di sini.

Kesimpulan

Demikian panduan singkat untuk membuat halaman error menggunakan framework Laravel. Pastikan user dapat memahami setiap error yang terjadi pada web atau app Anda dengan bahasa yang manusiawi.

Selamat mencoba.