Pangsa pasar WordPress turun ke 41,9 persen per 27 Mei 2026, dari sebelumnya 43,5 persen di periode yang sama tahun lalu. Data ini berasal dari W3Techs, lembaga yang secara rutin memantau penggunaan teknologi di jutaan situs web dunia.
Yang bikin angka ini menarik perhatian bukan cuma besarannya, tapi polanya. Penurunan sudah berlangsung enam bulan berturut-turut sejak Desember 2025, dan lajunya dua kali lebih cepat dibanding periode sebelumnya. Buat kamu yang mengelola atau membangun situs berbasis WordPress, tren ini layak dipahami sebelum ikut panik atau malah mengabaikannya.
Angka-angka Penurunannya
WordPress sempat berada di puncak tertingginya pada awal 2025, yaitu 43,6 persen. Sejak itu tren mulai melandai, dan makin jelas turun sejak Desember 2025 di angka 43,2 persen, hingga akhirnya tercatat 41,9 persen pada akhir Mei 2026.
Sebagai pembanding, kompetitor utama seperti Shopify, Wix, dan Squarespace justru relatif stabil, bahkan sedikit naik di periode yang sama. Joomla, salah satu CMS lama lainnya, hanya turun tipis 0,1 poin persentase. Artinya, penurunan ini lebih terasa sebagai masalah spesifik WordPress, bukan gejala industri CMS secara umum.
Kenapa Ini Terjadi?
Sengketa Automattic vs WP Engine
Konflik hukum antara Automattic dan WP Engine yang mencuat sejak akhir 2024 ikut memicu gejolak internal. Sekitar 159 karyawan Automattic memilih mengambil paket pesangon pada Oktober 2024, dan disusul pemangkasan sekitar 16 persen tenaga kerja pada April 2025. Situasi ini menciptakan ketidakpastian yang turut memengaruhi persepsi sebagian pengguna dan developer terhadap ekosistem WordPress.
Situs ‘Tanpa CMS’ Bikinan AI
Sebagian penurunan ternyata bukan berarti pengguna WordPress pindah ke kompetitor CMS lain. Banyak situs baru sekarang dibangun lewat alat berbasis AI seperti Framer, Webflow AI, atau v0, yang menghasilkan situs statis. Di data W3Techs, situs semacam ini tercatat sebagai “tanpa CMS”, bukan berpindah ke platform pesaing.
Isu Performa
WordPress juga masih tertinggal soal kecepatan dibanding sejumlah platform modern. Hanya sekitar 42 persen situs WordPress yang lolos semua metrik Core Web Vitals, dibanding 58 persen pada Webflow. Untuk situs yang mengandalkan performa demi SEO dan konversi, gap ini jadi pertimbangan serius.
Bukan Berarti WordPress ‘Sekarat’
Meski tren penurunannya nyata, penting untuk melihat skalanya. WordPress masih menguasai sekitar 41,5 hingga 41,9 persen dari seluruh situs di dunia, dan sekitar 59 persen dari pangsa pasar khusus CMS. Pesaing terdekatnya, Shopify, baru berada di kisaran 5 persen saja.
Sebagian besar pangsa yang hilang juga berasal dari segmen situs sederhana dan sekali pakai yang dibuat lewat AI di ujung bawah pasar, bukan dari proyek bisnis serius yang butuh fleksibilitas dan kontrol penuh. Beberapa pihak di industri melihat ini sebagai sinyal perlambatan dan persaingan yang makin ketat, tapi belum ada indikasi WordPress akan kehilangan dominasinya dalam waktu dekat.
Apa Artinya Buat Pengguna WordPress di Indonesia ?
Buat kamu yang sudah punya situs WordPress, tren ini bukan alasan untuk buru-buru pindah platform. WordPress tetap jadi pilihan kuat untuk situs konten dan bisnis skala kecil-menengah, terutama yang butuh fleksibilitas lewat plugin dan tema.
Yang lebih penting untuk diperhatikan sekarang adalah dua hal: performa situs dan keamanan. Pastikan hosting yang dipakai cukup cepat, jumlah plugin tidak berlebihan, dan update rutin dilakukan supaya situs kamu tidak ikut menyumbang statistik buruk yang jadi sorotan belakangan ini.
Kesimpulan
Terlepas dari tren penurunannya, WordPress masih jauh dari kata ditinggalkan. Yang berubah justru fokusnya: situs sederhana dan sekali pakai makin banyak beralih ke tools berbasis AI, sementara proyek yang butuh fleksibilitas tetap bertahan di WordPress. Buat kamu yang sudah punya situs di platform ini, momen sekarang lebih cocok dipakai untuk mengecek performa dan keamanan, bukan buru-buru pindah.










